Sebagai seorang manusia, seorang trader tentu tidak bisa lepas dari emosi. Hal tersebut normal adanya, namun emosi yang tidak terkontrol bisa merusak rencana Online Trading anda. Ada dua macam faktor psikologis atau emosi utama yang bisa mempengaruhi kesuksesan seorang trader, yaitu Fear (ketakutan) dan Greed (keserakahan).
Pada saat suatu harga saham naik drastis, anda bisa saja serakah ingin memperoleh keuntungan yang banyak, kemudian anda nekat membeli di harga tinggi. Di saat harga malah turun, anda tinggal gigit jari. Di waktu lain, saat harga saham sudah mencapai target profit yang anda tentukan, bisa saja anda memilih menahan saham tersebut dengan harapan meraih untung yang lebih besar. Tetapi harga malah berbalik dengan cepat dan anda jadi merugi.
Ketakutan sangat wajar dialami para trader, terutama saat harga saham yang dibelinya turun. Namun bila terlalu takut, ia malah buru-buru menjualnya. Jika ia sabar, bukan tidak mungkin harganya berbalik arah dan malah untung. Ketakutan adalah hal yang lumrah. Takut rugi, takut kejeblos, semuanya manusiawi. Jika sama sekali tidak takut, seorang trader malah bisa jadi sembrono, asal beli, asal tubruk. Ketakutan yang belebihanlah yang tidak menguntungkan, karena ia akan selalu terlambat untuk melakukan tindakan atau terburu-buru mengambil tindakan. Sehingga malah rugi atau keuntungan yang didapat hanya tipis.
Pada saat suatu harga saham naik drastis, anda bisa saja serakah ingin memperoleh keuntungan yang banyak, kemudian anda nekat membeli di harga tinggi. Di saat harga malah turun, anda tinggal gigit jari. Di waktu lain, saat harga saham sudah mencapai target profit yang anda tentukan, bisa saja anda memilih menahan saham tersebut dengan harapan meraih untung yang lebih besar. Tetapi harga malah berbalik dengan cepat dan anda jadi merugi.
Ketakutan sangat wajar dialami para trader, terutama saat harga saham yang dibelinya turun. Namun bila terlalu takut, ia malah buru-buru menjualnya. Jika ia sabar, bukan tidak mungkin harganya berbalik arah dan malah untung. Ketakutan adalah hal yang lumrah. Takut rugi, takut kejeblos, semuanya manusiawi. Jika sama sekali tidak takut, seorang trader malah bisa jadi sembrono, asal beli, asal tubruk. Ketakutan yang belebihanlah yang tidak menguntungkan, karena ia akan selalu terlambat untuk melakukan tindakan atau terburu-buru mengambil tindakan. Sehingga malah rugi atau keuntungan yang didapat hanya tipis.